-->

6 Faedah Saat Anak Membaca Buku Sebelum Tidur

6 Faedah Saat Anak Membaca Buku Sebelum Tidur

6 Faedah Saat Anak Membaca Buku Sebelum Tidur.


6 Faedah Saat Anak Membaca Buku Sebelum Tidur. Psikiater anak dan keluarga Samanta Elsener mengutarakan jika membacakan buku narasi ke anak saat sebelum tidur bisa tingkatkan rasa ingin ketahui anak saat bangun esok paginya.


"Esok paginya, anak punyai hati jika di buku semalam itu sepertinya hebat, kejar-kejaran, tangkap kupu-kupu, misalkan. Ia jadi terpikir, 'aku ingin cari (kupu-kupu) juga' . Maka, muncul rasa ingin tahu, ada tidak sich kupu-kupu disekitaran rumah," kata Samanta dalam sebuah acara virtual pada Rabu (30/3).


"Ia jadi ingin tahu, kupu-kupu dapat hidup darimanakah. Nach, orangtua dapat terangkan metamorfosanya kupu-kupu. 1x saja ia langsung akan ingat. Kelak, kemungkinan waktu ia kelas 4 atau 5 SD belajar IPA yang lebih dalam kembali, belajar mengenai hewan kembali, ia telah kita bekali rasa ingin tahu," lanjut Samanta.


Sayang, menurut Samanta, orangtua terkadang berasa terlampau capek saat harus membacakan buku narasi ke anak-anak karena aktivitas yang padat selama seharian.


Walau sebenarnya, lanjut ia, buku narasi akan menolong beberapa orangtua saat lakukan pembelajaran ke anak mengenai beberapa hal baik.


"Misalkan, saat kita ingin mengajari bersihkan tangan, kita hanya ngomong 'ayok bersihkan tangan'. Tetapi, bagaimana triknya agar anak sadar dan tidak perlu diingetin kembali untuk bersihkan tangan? Ya, kita bacakan buku. Apa lagi jika bacakannya gunakan intonasi yang mendayu, itu akan menempel di otak anak," tutur Samanta.


Disamping itu, lanjut Samanta, buku narasi bisa menjadi media untuk orangtua dan anak dalam membuat jaringan yang bagus, yang nanti akan membuat anak kurangi intensif pemakaian gawai secara perlahan-lahan.


Saat menentukan buku narasi yang bagus untuk anak, Samanta menjelaskan hal pertama kali yang penting diingat ialah kelompok umur anak.


"Jika anaknya masih bayi, kita harus mencari buku yang kertasnya lebih tebal agar tidak beresiko buat dia dan gambarnya semakin besar kembali. Bahkan juga, didalamnya cuman gambar saja yang hendak kita sampaikan sebagai kosakata baru untuk anak," tutur Samanta.

LihatTutupKomentar